Sejalan dengan mulai berlalunya Ramadhan Kemenangan akan kita gapai, segera Haus dahaga seolah sirna Karena memang sarana menuju taqwa
Penhujung yang menguji Dalam i'tikaf sunyi malam Sambut fadilah lailatul qodri Malam, yang lebih baik dari seribu bulan
Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa Dalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu Hidup ini indah jika segala karena atas nama-Nya
Sepuluh jari jabat 'kan diri Seharum melati rasa di hati Kata dikirim pengganti hadirnya diri Sebagai jalan maaf setulus hati
Kami blog alumni 89 menghaturkan Selamat ber-Hari Raya Idul Fitri Taqobalallahu minna wa minkum Mohon maaf lahir dan bathin
Ceritanya kmaren kebetulan dapat tugas ke Dumai via Pekanbaru...
Agak lupa lupa ingat (maklum wis tuwo) Cak Eko pernah cerita klo sobat kita Anang tinggalnya di Pekanbaru-Riau, lalu aku coba kontak HP-nya.. eh ternyata no HPnya buanyyaak... tapi ga ada yg OL. Akhirnya aku make sure ke Eko bener ga klo Anang ada di sono dan skalian minta No HP-nya ke Cak Eko karena dia yang sering kontak.
Kemudian aku kirim SMS ke Anang (kata cak Eko Anang bisanya di SMS doank.. telp ga bisa soalnya posisinya di hutan) ngasih tau klo aku mo ke Dumai dan berharap bisa ketemuan. Gayung bersambut, kalo aku dah sampe Dumai Anang mo nyusul kesana meskipun saat itu dia lagi ada di Hutan - Siak dan perjalanan ke Dumai dari Siak butuh waktu 3 jam (salut buat Anang).
Pas dalam perjalanan dari Pekanbaru ke Dumai ( 5 jam) aku dapat info dari Yu Wiwin klo sobat kita Cak Zainul juga ada di Pekanbaru. Dari no HP yang dikasih Yu Wiwin , aku coba SMS ke Cak Zainul buat ngucapin salam jumpa... eh ternyata dia masih inget juga malah dia seneng karena sekarang posturnya mirip ma aku (sama-sama gundul katanya.. weleh-weleh..) - ternyata dia udah sempet liat foto Put2 Golf-. Ngga menunggu lama langsung aku telp Cak Zainul and ngobrol ngalor ngidul... ternyata dia udah 1 1/2 tahun ada di Pekanbaru dan lucunya selama ini dia ga tau kalo Anang juga berdomisili di Pekanbaru. Anang juga ga tau.
Akhirnya aku kasih mereka berdua no HP masing2 agar bisa saling kontak.. (Mungkin inilah salah satu manfaat dari silaturahmi yang telah kita bangun secara intens belakangan ini...smoga smakin mempererat hubungan kita smua fren).
Ada cerita lucu..
Si Anang ngasih tau kalo udah di Dumai ntar buka puasa di Waroeng Padang Pak Datuk. Disana katanya jualan sate dan sop daging rusa..wah langsung ngiler aku ngebayanginnya.. Berhubung perjalanan ke Dumai jauh dan baru nyampe jam 8 malam terpaksa keinginan makan daging rusa ditunda dulu. Besoknya setelah urusan kantor slesai aku cerita ke rekanan bisnis klo ada warung padang jualan daging rusa.. dia tertarik juga..akhirnya kita sepakat Buber disono. Sesampai di warung itu aku nanya ke penjualnya.. "pak disini ada daging rusa kan? (setengah maksa hehehe).." Penjualnya terbengong2 sampe aku ulang lagi pertanyaanku. akhirnya dia jawab " Wah pak udah lama ga jualan lagi.. soalnya sekarang rusanya kenceng2 larinya" sambil cengar-cengir ... (Gubraaaaakkk..) Tamuku ketawa ngakak, buat nutupin malu aku jawab aja skalian " oh iya ya... rusanya (kijang) udah diganti ma Inova ya pak.."
(Pas ketemu ma Anang aku komplain masalah ini... ga taunya dia beli disitu tahun 96-an.. ampuuunn..)
Akhirnya aku ketemu ma Anang bukannya di Dumai tapi di Pekanbaru.. (setelah aku balik dari Dumai). Sebetulnya dia belum waktunya pulang ke Pekanbaru karena masih banyak kerjaan di Hutan tapi berhubung pengen ketemu maka dia bela2in balik ke Pekanbaru pake travel (You always be one of my best friends.. hiks)
Mumpung di Pekanbaru maka aku sempetin sekalian maen ke rumah Anang walo cuman sebentar..akhirnya kita b2 ngobrol ngalor ngidul, ketawa2, bernostalgila... anang ternyata juga bawa foto2 jadul waktu kita masih kuliah n waktu kunjungan di SMA dulu (KPMK)..Ternyata dari foto2 itu terlihat klo sekarang kita sekalian sudah banyak mengalami perkembangan yang pesat (baik itu perut, kepala, rambut dll) hahahaha.....
Dari obrolan itu akhirnya terkuak juga knapa anang punya banyak no HP, ternyata HPnya sering ilang karena dia sering lupa naruhnya!!!
Melakukan pencarian data dan informasi keberadaan temen-temen disamping dibutuhkan sikap telaten dan kreatif serta pantang menyerah, tentunya sepanjang ada waktu luang disela kesibukan kita. Disamping itu, kita perlu menggali memori kita atas temen yang akan kita cari, khususnya nama jalan, nama desa tempat tinggal waktu dulu, dan apapun informasi yang dapat kita anggap sebagai bahan untuk mencari di jagad maya [khususnya via internet]. Dan, faktor terakhir adalah keberuntungan atau lucky....
Dan, beberapa minggu yang lalu cak Eko mengirim email tentang update temen2 alumni. Diantara daftar nama ada, Dian Wulandari [di SMP temen satu kelas]. Dia kalau ke sekolah naik sepeda onthel [biasa disebut sepeda unto], dan temen2 sering nggoda dia [aku nggak termasuk ya...ngelak dan ngeles], dengan cara kalau pas dia jalan pake sepedanya kita gandoli dari belakang rame2. sehingga dia gak bisa jalan dan juga gak bisa turun [lha wong sepedanya emang tinggi]. Dulu, seingetku tinggal di Muneng Kulon, Purwoasri, Kediri, kita pernah rame2 kesana rujakan pencit. Berdasarkan data secuil itu, aku mencoba mencari dan mencari....... [bahkan dengan cara yang sangat rahasia]. Akhirnya aku dapatkan data si Dian ini., termasuk nomor HPnya Namun aku tidak percaya begitu saja dengan data yang aku peroleh, aku liat data tempat dan tanggal berikut tahun lahirnya [ancer-ancer-nya paling 1970], dan alamat domisilinya.... ternyata klop.
Setelah itu, aku mau lakukan eksekusi, cuma bingung mau aku SMS atau telpon langsung, karena waktu menunjukkan pukul 9.35 WIB, klo pun ada paling dia kerja, takut mengganggu dan dianggap telpon nyasar. Niat awal aku ketik SMS dan menanyakan bener nggak ini nomornya Dian, tapi sejenak kemudian aku berobah fikiran, aku akan telpon langsung aja. Supaya bisa merasakan deg deg jreng-nya ama temen yang sudah 20 tahun gak pernah ketemu.. hehe.
Dan sepuluh menit kemudian aku telpon dia, ada jawaban dari sana,"Hallo, siapa ini". Aku malahan balik bertanya, "Bener ini Dian Wulandari, alumni SMA Kertosono". Dia menjawab, "Ya, Bener". Aku teruskan, "Ada undangan reuni SMA tanggal 24 Agustus...." Dian, "Ini, siapa ya" Aku ampe lupa kasih info, "Aku Slamet Bagio, yan......" Agak histeris dia menyela, "Halah...Piye kabarmu. Lho, aku gak ngerti....." Aku emang salah ngasih infonya, " Oh, yo kliru, tanggal 24 September....." Dian bertanya dengan penasaran, "Kok ngerti no HP iki teko endi...." Aku hanya bisa bilang, "Rahasia....".
Karena ini memang tidak akan aku ceritakan kepada temen-temen bahkan Dian sendiri, karena menyangkut ilmu investigasi CIA [Cara Investigasi Asal-asalan] hahaha..... Dan, setelah 7 menit, pembicaraan ditutup karena dia sedang buru-buru berangkat menuju tempat kerja.
Yang jelas suara Dian gak banyak berubah, rada-rada bindeng halus - merdu kayak penyanyi dangdut. Dan katanya dia masih bekerja di Hotel Sangri La Surabaya, di Mayjen Sungkono. Sejatinya, di akhir tahun 2007 aku pernah rapat tentang penilaian properti di Hotel itu selama 2 hari, akan tetapi, karena tidak tahu ada kawan disitu ya...ya...ya.
Selanjutnya, tanpa sengaja, diilhami banyaknya temen-temen yang mengabdikan diri pada jalur kependidikan, khususnya berprofesi sebagai pengajar, maka aku fokuskan juga browsing di data tentang para "pahlawan tanpa tanda jasa" ini. Diantaranya memang ada beberapa temen yang terdeteksi, seperti Kristin Ratnawati [sang guru dan penari], Giyarsono, Suyati, dan ada beberapa lagi tapi aku lupa tidak menyimpan situsnya. Daftar yang disampaikan cak eko, ternyata kontak person Kristin sudah ada, Giyarsono belum ada tapi bisa kontak ke SMA Tanjung Anom dan Suyati guru SMPN 2 Tembelang Jombang. Cuma aku benar-benar gak inget dan dulu di klas apa Mrs. Suyati ini? Mau infonya lebih jauh, klik situs ini: http://tinyurl.com/kvvpwg
Memang, kalau melihat alamat domisinya sih deket dengan Anang Subekti, di Bandar Kedung Mulyo. Jadi meskipun informasi ini terbuka tapi masih dibutuhkan satu-dua langkah lagi, cari no telpon instansinya dan kontak ke instansi mereka. Semoga terus ada elan vital daya hidup untuk terus menambah informasi dan kontak temen-temen kita yang nun jauh disana - sedang memberikan karya terbaiknya buat keluarga dan negeri ini. Moga.
KHABAR TERBARU 'n TERKINI......(Kiriman Anita Dahliana)
Tuk temen2 semua....kmrn tgl.23 August '09 jam 11.00 WIB qta ngada-in pertemuan di rumah temen qta Lutfi Agus Salim (angk.90) di Jl. Klampis Sacharosa 47 Sby 'n ini kabar terbaru berdasarkan hasil pertemuan kmrn.....
Syukur Alhamdullilah.....untuk kegiatan Reuni Akbar SMAN Kts Angk.1989 s/d 1993 telah ada para donatur yang menanggung kebutuhan tersebut yang berupa :
1. Konsumsi Snack à kue 2 macam sumbangan dari Kus Sumardi angk.'90.
2. Konsumsi Makan. a. Nasi pecel tumpang sumbangan dari Mahbub dkk (91), koordinasi dg Aris (91) b. Bakso sumbangan dari Arief Jatmiko angk.'91 c. Soto ayam sumbangan dari Machrul angk.'90 d. Lontong + sate sumbangan dari siapa ya ???
3. Konsumsi Minuman. a. Air Mineral botol 330 ml 15 doz sumbangan dari Sulistyo Hardini angk.'90 b. Es Puter ala cak Nur sumbangan dari Samiadji angk.'91 c. Es Buah sumbangan dari Ida Ayu Meylina angk.'90 d. Fruit Tea sumbangan dari Anita Dahlia angk.'91
4. Terop sumbangan siapa ya? Nunggu konfirmasi dari Fathiyah angk.'90.
5. Panggung+Kursi+Alas meja sumbangan Luluk Latifah (‘91), dan siap membantu terop sederhana (menunggu terop hasil konfirmasi ke Fatiyah).
6. Souvenir (gantungan kunci) sumbangan dari Tri Putro angk.'90.
7. Tanda mata ke sekolah tercinta: a. InFocus, nunggu hasil konfirmasi Aries Kuncoro angk.'91 b. Komputer dan printer yang dikoordinir Eko Wahyono angk. ‘89 c. Kenang-kenangan ke guru (belum ditetapkan) sumbangan dari siapa ya ??? d. Bantuan kepada teman alumni yang perlu dibantu ??? (belum ditetapkan)
8. Kebutuhan lainnya ??? seperti biaya angkut angkut, becak, dekorasi, buku tamu, alat tulis, fotokopi undangan, dll dari sumbangan siapa ya? Dan tentu saja dari peserta secara sukarela. Terimakasih kepada teman teman tersebut diatas dan teman lainnya yang akan menyusul seperti Bayu Widyanto (90), Miki (90), Purwanto (90). Kutunggu konfirmasinya ya. Oleh karena itu diharapkan bahkan diwajibkan bagi para alumnus SMAN Kertosono angk.1989 s/d 1993 untuk datang berbondong-bondong beserta seluruh keluarga (istri/suami,anak-anak ) dengan suka cita dan tidak dipungut biaya lho......namun tidak menutup kemungkinan bagi yang ingin menyumbang secara suka rela berupa uang tunai/cash, panitya bersedia sekali menghimpun dan menyalurkannya secara transparan kepada yang berhak.....pokoknya beres dech,'ntar ada laporannya koq.....
Ok dech jangan lupa dateng yach.....dan tolong berita ini disampaikan/diteruskan kepada temen2 qta yang lain.....ditunggu saran/masukannya demi kelancaran dan keberhasilan acara tsb.
ttd Panitya
NB : * utk yg masih berupa sumbangan ??? (tanda tanya) diharapkan teman2 ada yang bersedia membantu.
Sebuah testimoni dari kang Abu Amar atas Muhadir, menyadarkan kita bahwa forum ini bukanlah sekedar milik komunitas alumnus 89 sematameskipun - penamaan blog ini -pada awalnya dimaksudkan untuk meretas jalan silaturahim antar para sohib alumnus 89. Sebuah ‘matur nuwun’ yang mesti kita haturkan. Dalam perkembangannya - di luarblog ini - justru telah merambah kepada para sohib alumnus se-SMA, se-SMP, se-SD, bahkan se-TK atau mungkin lewat jaringan pertemanan waktu les privat. Informasi keberadaan para sohib ini dideteksi, dilitigasi bahkan diinvestigasi selanjutnya dikonfirmasi oleh para sohib dengan sistem “gethok tular” antar sohib sendiri, melalui media: mouth by mouth, phone by phone, SMS by SMS, email by email, FB by FB, YM by YM, sites by sites, bahkan memanfaatkan keterangan tetangga si empunya sohib, temen sekantor dan lain-lain yang tidak bisa disebutkan [karena ini rahasia..hehe].
Aku akan sebutkan beberapa bentuk pertemuan dengan sohib diluar alumnus 89, yang mungkin dapat mendorong dan memberi inspirasi guna meluaskan komunitas ini. Sebagai contoh: pertemuanku dengan Ardi Aryono, justru dia yang kontak aku dulu, via SMS pada tanggal 12 Maret 2009 pukul 13:50:15. Dan, dia mengetahui nomor HP-ku justru dari Luwarno , yang notabene temen SD-nya Ardi.
Dan yang dia tanyakan pertama adalah keberadaanku plus keluarga tentunya, tapi selepas itu adalah memang tentang sohib, yang diantaranya alumnus 89. Beberapa SMS itu ditulis Ardi sepertinya agak emosionaldan pejal, coba perhatikan {tentu ada sedikit sensor hehe]:
[… awakmu tinggal ndik endi? putramu wis piro? wis suwe banget ga ketemu yo? 24 tahun yo? piye kabare muslimin, maskur, amin, edi, yudi? Sik eling? …Gondo…? Purnawan…? Hendri piye? Rahma…deni…? ....ngertiku teko eko wahyono. duwe hpne rahma?....piye kabare [DRET]?...aku ngerti nomere awakmu malah teko luwarno luwak…konco sd]
Dan akhirnya aku approve to Ardi atas friend request-nya di FB dan aku email beberapa nomor HP para sohib kita. Mungkin ada beberapa nama yang Ardi gak kenal, tapi gak apa toh ntar akan bersua juga dalam media lain, pikirku. Sampai suatu saat kita copy darat di suatu tempat di bilangan Pancoran. Ngobrol ngalor ngidul dan biasa Ardi yang traktir lah ya, sejak dulu itu, sudah ritual gak ilok kalau dirubah. He he….
Temen-temen alumnus SMPN 1 Kertosono, misalnya, akhirnya bisa kita berkomunikasi, seperti; Mohammad Sodiq, asal Patianrowo (via email dan FB), Endro Nugroho (informasinya justru dari temen kerja dan satu SMA dengan cak Endro). Sohib yang beda angkatan, seperti; Suprayitno (adik kelas dan tetangga, serta satu departemen, ketemu lewat sebuah portal, dan akhirnya mendorong dia untuk buat komunitas maya, dan kemudian terbit Ikasmunker di facebook), Lutfi Agus Salim, Ida Ayu Meylina, dan ada beberapa lagi yang aku mungkin lupa menyebutkan [mohon dimaafkan maklum udah tua ya friend].
Hal positif tersebut seiring dengan semangat meretas tali silahturahim yang terus didengungkan, hingga tidak dalam satu komunitas angkatan/alumni saja, tapi bisa meluas dan meluas. Dan, nantinya kontributor blog ini kan semakin kita perbanyak [khususnya bagi pemilik email xxxx@gmail.com]. Bila ada para sohib berkenan, bila belum punya akun xxxx@gmail akan kita undang. So, sampai disini dulu. Selamat berkarya dan berkontribusi bagi hidup dan kehidupan.
Kepada yang terhormat para alumnus SMAN-SMUN, ikatan alumni serta segenap civitas akademika SMUN 1 Kertosono, kami mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasadi bulan suci Ramadhan tahun 1430 H, yang Insya Alloh jatuh pada hari Sabtu, 22 Agustus 2009. Taqabalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum. Mohon maaf lahir bathin. Semoga puasa kita mendapat ridho. Amin.
Sehabis reunian di Putt-putt Golf n setelah dapat foto2nya dari cak eko ma yuk meme via FB, dengan semangat 45 aku kirimkan foto2 tsb ke teman-teman yang tidak sempat mengikuti acara tersebut lewat email. Harapanku mudah2an teman2 yang lain ikut seneng dan 'mongkog' ngeliat foto teman-teman SMA-nya. Nah salah satu yang aku kirimin adalah yuk Budi Etti Sulistyowati, dulu kelas I-A trus di Biologi... arek Lestari yang slalu b-2 ma yuk Anis Pujiastuti. Aku udah ngebayangin betapa senengnya yuk Etti liat foto teman2 SMAnya... besoknya ada balasan email dari yuk Etti. Begini nih balasannya :
wajah wajah mereka......... AKU G KENAAAALLLL !!! Siapa tuh, bukan temankuuu!!!
Mbuh Den, aku sing amnesia opo mereka yg face off ya, kok aku sama sekali g ngeh???
Cak & Ning Ang89, sementara awak-e dewe mancing bawal nang Put-2, panitia reuni (sing asli), musyawaroh dik Kts, lha hasile koyok ngisor iki:
Assalamu'alaikum wr.wb. Teman-teman ini aku kasih tahu hasilnya : 1. Pertemuan dihadiri sebagian besar teman Kertosono (80%) 2. Ijin Keramaian telah diuruskan teman kita angkatan 1991 Mas Nanang (dinas di Polsek) 3. Spanduk telah dipasang di 3 tempat yaitu Halaman SMAN1 Kertosono, Pertigaan Jalan Gatot Subroto, dan perempatan Kertosono (selatan mantan Kantor Kecamatan) 4. Terop & Panggung sedang nego dengan teman kita Fatiyah (mohon panitia membantu melobi Fatiyah biar dapat diskon 100% no. telp. (0358-551405) 5. Panitia menyiapkan tanda pengenal untuk masing-masing angkatan yang nantinya dipakai saat datang (herregistrasi), karena sudah pada tua jadi banyak yang lupa namanya 6. Panitia akan mencetak alamat & nama peserta reuni baik dalam bentuk cetakan (buku) maupun softcopy dalam bentuk CD sebagai dokumentasi. 7. Makanan & Minuman telah diputuskan sebagai berikut : a. Nasi Pecel Tumpang (yang bertanggung jawab mulai persiapan sampai penyajian adalah angkatan 1991) b. Soto Ayam Cak Ri (yang bertanggung jawab mulai persiapan sampai penyajian adalah angkatan 1992) c. Lontong Sayur (Bakso Lontong) (yang bertanggung jawab mulai persiapan sampai penyajian adalah angkatan 1993) d. Minuman Es degan, Es Buah, Aqua gelas ( yang bertanggung jawab adalah angkatan 1990)
8. Mengenai Susunan Acara (Draft), mohon masukannya ... ya : 08.00 - 09.00 : Peserta datang (Herregistrasi) 09.00 - 09.20 : Hiburan Band SMAN 1 Kertosono 09.20 - 09.30 : Sambutan Ketua Panitia Reuni 09.30 - 09.50 : Sambutan Bapak Kepala SMAN1 Kertosono 09.50 - 11.00 : Diskusi antara Bapak & Ibu Guru dengan Alumni 11.00 - 11.15 : Penyampaian kenang-kenangan dari alumni ke SMAN1 Kertosono 11.15 - 11.40 : Hiburan Band SMAN 1 Kertosono 11.40 - 12.15 : acara santai (makan bersama) 12.15 - 12.30 : Do'a penutup 12.30 - 13.00 : Foto Bersama
9. Besok hari selasa tanggal 11 Agustus 2009, saya dengan samiaji dan iwan, ke SMAN1 bertemu dengan Bapak Kepala Sekolah untuk menyampaikan ijin tertulis dan apa yang memang pantas diberikan ke SMAN1 Kertosono dari alumni, sekaligus acara tanggal 24 September 2009.
10. Dua minggu lagi panitia kumpul di Surabaya, tempat belum ditentukan masih dalam konfirmasi karena bulan puasa, agenda : membahas jumlah peserta dan dana yang terkumpul serta kenang-kenangan apa yang pantas diberikan ke SMAN1 Kertosono (teknis pelaksanaan), jadi diharapkan semua panitia hadir yaaaaaa....
11. Mohon informasi ini diteruskan ke teman-teman yang lain ya.......
Apa yang ditulis oleh Cak Slamet ihwal Muhadir benar adanya. Khususnya menyangkut kemampuan 'spiritual'-nya dalam menghadapi masa-masa genting. Orang kita sering menyebut kemampuan spiritual itu sebagai 'doyo linuwih'.
Itu pula yang aku saksikan dan alami beberapa kali dengan Pak Ketua kita yang satu ini. Pertama, waktu dia buka pintu ruang OSIS tanpa kunci--karena kuncinya ketinggalan di rumah dia--dan tanpa mendobrak. Dia cukup 'komat-kamit' sembari baca Al Fatihah dan Al Ihlas, terus menahan napas dalam-dalam untuk beberapa saat, lalu tangannya mengelus-elus dan mengusap-usap gagang pintu.
Sejurus kemudian, pintu terbuka tanpa ada suara berisik sedikit pun. Cuma waktu sebelum memulai 'ritual' itu Muhadir mewanti-wanti saya agar tidak mencerutakan hal ini kepada siapapun. Karena darurat, saya pun mengangguk saja. Konteks membuka paksa pintu itu terjadi karena dia harus menandatangani berkas proposal terkait perayaan Maulid Nabi, yang oleh pimpinan sekolah waktu itu dinilai revolutif kontroversial (jadi bukan pondok Romadhon, sedikit koreksi Cak Slamet).
Peristiwa kedua, ketika negosiasi perayaan Maulid yang a lot, kisah "kol buntet" sebagaimana disebut Cak Slamet adalah cerita satu lagi soal doyo linuwih itu. Soal ini, Muhadir pernah bertutur, "Aku belajar dari Suyud, kok, Har." Suyud adalah temen satu kelas di A2. 1. Tetapi, the last but not least, saya setuju sama Cak Slamet bahwa Muhadir punya wibawa dan karisma, tanpa harus dipupuk lewat gaya 'jaim'.
Tanggung jawabnya besar. Sebuah sikap yang membuat tenang anak buah. Dia contoh sikap pede yang proporsional (gak kasinen, gak kepedesen). Dia tegas, tapi tetap toleran. Lha nak wis dipuja-puji koyok ngene, sebaiknya yang bersangkutan segera (sering2) muncul. Cek rame rek..(AK)
Note : Tulisan di atas adalah koreksi sekaligus testimoni kang kohar yo friend. karena kang kohar udah aku undang tapi belum juga masuk jadi kontributor blog ini, maka surel kang kohar aku posting tersendiri.
Sebuah pencarian informasi kadang tidak serta merta membuahkan hasil, bahkan mungkin tanpa diduga justru informasi itusudah ada sebelumnya tapi kita belum mengetahui. Ini terjadi, dalam pencarian veteran Komandan OSIS angkatan 1986, (Kapten) Muhadir, sebuah sosok yang tegas, berwibawa dan disegani dalam masa kepemimpinannya. Mempunyai kecakapan organisasi dalam memimpin dan mengarahkan orang. Dan yang penting dia akan semaksimal mungkin berusaha untuk mewujudkan dan merealisasikan program kerja OSIS yang telah disepakati oleh Pengurus Harian (bisanya kita sebut Tim 9) dan Bidang-bidang atau Sei Kegiatan dibawah kepengurusannya.
Kita sebut Tim 9, karena memang ada 9 anggota pengurus harian, yakni Pimpinan (Ketua, Wk Ketua I dan II), Sekretariat (Sekretaris, Wk. Sekretaris I dan II) dan Bendahara (Bendahara, Wk. bendahara I dan II). Seingatku sih aku di Wk. Sekretaris II, klo salah mohon dikoreksi ya temen-temen. (Kok bisa-bisanya ya Aku ngaku pengurus OSIS hehe).
Karena akan ada acara reuni dan aku yakin sang veteran Komandan ini harus tahu, maka aku mencari dan tanya ke mbah Google : karena nama Muhadir ini agak langka menurutku dan konon kabarnya beliau ini mukim dan berkontribusi di Bali, maka yang aku ketik adalah : muhadir bali (lihat lingkaran no.1) dan enter, muncullah layar dibawah ini:
Analisaku setelah melihat daftar situs yang muncul pada layar adalah Kerukunan Muslim Pariwisata Bali (KMPB) dan didalam situs itu ada kalimat ”Terima kasih kepada bapak Muhadir dari Ramada Bintang Bali yang telah...” (lihat lingkaran no. 2). Ini bukti bahwa kemungkinan beliau ini masih meneruskan jiwa organisasinya dalam kehidupan bermasyarakatnya. Dan dalam kehidupan beragama sepertinya dia amat peduli dan istiqomah meskipun tetap toleran. Pernah suatu ketika waktu kita mau mengadakan ”pondok Romadhon” yang merupakan acara untuk mengisi kegiatan eskul di bulan puasa, ditolak oleh Pimpinan Sekolah. Namun, beliau gigih dan berkeyakinan untuk tetap melaksanakannya acara tersebut, namun penolakan dari sang Penguasa ini juga jauh lebih keras, aku lupa alasannya. Bahkan guru agama pun juga tidak berani mendukung acara tersebut secara terang-terangan. Sampai suatu ketika, dia menyatakan bahwa dia membawa ”batu Kol Buntet” yang dipinjem dari seseorang, waktu itu ada Khohar juga klo nggak salah, kita menghadap kepala sekolah berbekal ”jimat” tersebut. Meskipun aku sendiri gak tau bentuknya dan apakah memang dia membawa jimat atau tidaknya aku juga tidak tahu (ntar tanya sendiri sama Muhadir).
Yang diperintahkan Muhadir, ”Nko nek mlebu ruang Kepsek, ojo ambekan tujuh langkah sambil moco surat ikhlas”. Dan, akhirnya hasil pembicaraan antara Muhadir dan Kepala Sekolah sangat argumentatif, bahkan akhirnya Kepsek meluluskan permintaan untuk diadakan acara itu. Tapi sampai saat ini aku tetap berkeyakinan, bahwa cerita ”Kol Buntet” itu hanya rekaan Muhadir untuk menyemangati rekan-rekannya. Aku lebih percaya bahwa kemampuan diplomasi Muhadir-lah yang membuat sang Kepsek itu menyetujui acara tersebut.
Maka berdasarkan situs yang muncul itu aku mulai yakin bahwa yang ditulis di situs itu adalah Muhadir kita, sang Komandan OSIS.
Bukti awal tadi diperkuat dengan situs pada urutan kelima yakni distus itu ditulis bahwa Muhadir adalah bagian HRD di Ramada Bintang Bali Resort & Spa (lihat lingkaran no. 3).
Dengan berbekal keyakinan tersebut aku buka situsnya Ramada Bintan bali Resort & Spa (lihat lingkaran No. 4). Disitu tertulis dengan jelas alamat, no telepon. Sejurus kemudian aku telpon ke Ramada tapi nomor sibuk melulu. Kemudian kuputuskan menghubungi Sahroni yang saat ini pindah tugas di Denpasar, bali. Setelah ngobrol sana-sini, aku memberi informasi bahwa di hotel Ramada itu ada nama Muhadir dan minta dia untuk cek & ricek keberadaan Muhadir.
Selang beberapa minggu, gak ada kabar juga dari Sahroni. Dan setelah aku hubungi, Sahroni membenarkan kalu dia juga belum sempat ke Hotel itu karena kesibukan tugasnya. Dan, baru kemarin, setelah YM-an sama temen temen ternyata muncul nama Muhadir dan sekaligus No. HP-nya. Langsung aku perintahkan dengan segera ”Sahroni segera meluncur ke TKP eh bukan ke Muhadir deng”.
Kabarnya mereka telah ketemuan tadi malam, dan dirasani temen-temen yang lagi YM kayaknya pada lagi di Spa, atau lama gak jumpa malah pijet-pijetan. Haha...
Dan, menariknya mereka ini Sahroni dan Muhadir sudah sama-sama punya anak gadis (udah SMA), tinggal beberapa tahun lagi kita udah mantu dan ikutan punya cucu.... ikutan dong ntar nimang cucunya. Muhadir atau Sahroni nih yang duluan jadi Embah....Hayo kita tebak-tebakan, Friend.
Indahnya ketemu sohib lama.... apalagi bercerita tentang anak gadisnya (include pacarnya)...hehehe..
Bukan usaha sia-sia sebenarnya yang aku lakukan ini, tapi dengan melalui proses pencarian ini jadi teringat beberapa kenangan SMA dulu. Entah, kisah Muhadir itu benar atau legendaaku sendiri tidak tahu, nanti pas ketemu tanya sendiri. Sukses selalu, nDan!